Gelaran festival musik tahunan yang dinanti, Jazz Gunung Slamet 2026, siap kembali menyapa para pencinta musik pada 27 Juni 2026. Di tengah suhu pegunungan yang sejuk, salah satu grup band legendaris Indonesia, Mocca, dipastikan akan menjadi salah satu guest star utama yang akan menghangatkan suasana.
Namun, sebelum kita menyaksikan aksi panggung Arina Ephipania dan kawan-kawan, mari kita menilik kembali perjalanan panjang kuartet asal Bandung ini yang telah mendunia.
Lahir di tahun 1997, Mocca adalah buah dari visi dua mahasiswa Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung, Arina dan Riko. Berawal dari ketidakcocokan dengan band kampus sebelumnya, keduanya sepakat membentuk “Mocca”. Tak lama berselang, Indra dan Toma bergabung, melengkapi formasi ikonik yang bertahan hingga hari ini.
Mocca mulai mencuri perhatian industri musik melalui kompilasi Delicatessen (2002) lewat lagu “Secret Admirer”. Setahun kemudian, album debut mereka, “My Diary”, meledak di pasar Indonesia. Nama Mocca pun langsung identik dengan nuansa swing jazz, twee pop, dan atmosfer ala tahun 60-an yang segar.
Tak butuh waktu lama bagi Mocca untuk diakui secara internasional. Lewat video klip “Me and My Boyfriend”, mereka menyabet gelar Best Video of the Year versi MTV Penghargaan Musik Indonesia 2003.
Bahkan, Mocca menjadi salah satu band indie Indonesia pertama yang berhasil menembus pasar Jepang dan Korea Selatan. Lagu-lagu mereka yang berbahasa Inggris terbukti menjadi jembatan universal. Di Korea Selatan, lagu “Happy” tidak hanya sering muncul di variety show populer seperti The Return of Superman, tetapi juga menjadi soundtrack film layar lebar “Inseparable Brother”.
View this post on Instagram
Eksplorasi Mocca tidak berhenti di rekaman studio. Mereka berkolaborasi dengan musisi lintas generasi seperti Bob Tutupoly dalam lagu “Swing It Bob”. Selain itu, Mocca dikenal sebagai langganan pengisi soundtrack film ikonik, mulai dari “Catatan Akhir Sekolah” karya Hanung Bramantyo hingga “Untuk Rena” karya Riri Riza.
Meski sempat mengambil langkah berani untuk vakum pada 2011 karena kepindahan Arina ke luar negeri—yang ditandai dengan film dokumenter “Life Keeps On Turning”—kerinduan Swinging Friends (sebutan penggemar Mocca) akhirnya terobati dengan kembalinya mereka ke panggung musik.
Kini, perjalanan panjang tersebut akan bermuara di Jazz Gunung Slamet 2026. Kehadiran Mocca bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari story timeline Jazz Gunung Series yang konsisten menyuguhkan musik berkualitas di lokasi-lokasi eksotis Indonesia.
Pastikan Anda menjadi bagian dari momen bersejarah ini pada 27 Juni 2026. Siapkan diri untuk bersenandung bersama di bawah langit Slamet yang magis.











Discussion about this post